MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo

Tiga Pasang Calon Ketua dan Wakil Ketua OPDIM Menyampaikan Gagasan-gagasan Cemerlang melalui Pemaparan Visi Misi

KABGOR (MTsN3kabgor.sch.id) – Setelah melewati proses seleksi, Panitia Pemilihan OPDIM Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) mendapatkan tiga kandidat calon ketua dan wakil ketua Organisasi Peserta Didik Intra Madrasah (OPDIM) Periode 2024/2025. Ketiga kandidat calon tersebut adalah Mohamad Wahyuda & Andika Ismail, Yusna Kilo & Hindun Putri D. Alam, serta Aidh Ayatullah & Anhar Madjid. Tahapan selanjutnya yang dilaksanakan oleh panitia adalah pemaparan visi misi oleh masing-masing pasangan calon (paslon).

Bertempat di Aula Terbuka Madrasah, Rabu (28/08/2024), ketiga paslon ketua dan wakil ketua OPDIM Periode 2024/2025 menyampaikan visi misinya di hadapan Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan Zenab K. Pido dan seluruh civitas MTsN 3 Kabupaten Gorontalo.

Dikonfirmasi awak humas terkait kegiatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan Zenab K. Pido menyampaikan, tujuan pemaparan visi misi itu agar setiap paslon bisa mempublikasikan visi misi dan program kerja yang akan dilaksanakan oleh setiap paslon ketika nanti terpilih menjadi ketua dan wakil ketua OPDIM Periode 2024/2025.

“Pada prinsipnya, pemaparan visi misi ini bertujuan agar ketiga pasangan calon ketua dan wakil ketua OPDIM bisa mempublikasikan visi misi dan program-program apa yang akan mereka kerjakan nanti ketika terpilih. Ini merupakan momen penting bagi seluruh civitas MTsN 3 Kabupaten Gorontalo agar seluruh warga madrasah mendapatkan gambaran tentang langkah dan aksi nyata para paslon nanti Ketika terpilih menjadi Ketua dan Wakil Ketua OPDIM Periode 2024/2025,” ujar Zenab.

Zenab K. Pido juga menambahkan bahwa dengan adanya kegiatan pemaparan visi misi tersebut, peserta didik maupun guru dan tenaga kependidikan di lingkungan MTsN 3 Kabupaten Gorontalo bisa lebih mengenal masing-masing paslon.

“Pemaparan visi misi ini juga dimaksudkan agar seluruh peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan lebih mengenal masing-masing pasangan, sehingga akan lebih mudah menetapkan pilihannya sesuai dengan program-program yang disampaikan oleh masing-masing pasangan,” pungkas Zenab. (Fia Aqmarina)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *