MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo

Komunitas MTsN 3 Kabgor Ikuti Pendampingan Tahap VII IKM-BK

KABGOR (mtsn3kabgor.sch.id) – Tim komunitas Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) Berbasis Komunitas (BK) Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) ikuti pendampingan tahap VII dari Balai Diklat Keagamaan (BDK) Manado, Selasa (14/11/2023).

 

Kegiatan pendampingan tersebut dilaksanakan dengan mengamati secara langsung proses pembelajaran berdiferensiasi sekaligus refleksi yang dihadiri langsung oleh Widyaiswara BDK Manado dan Tim Komunitas MTsN 3 Kab. Gorontalo yang terdiri dari Dosen IAIN Sultan AMAI Gorontalo, Pengawas Pembina Madrasah, Kepala Madrasah, dan empat orang guru.

 

Saat ditemui awak humas madrasah, Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kurikulum Winarti Ingo menyatakan kegiatan pendampingan tahap VII tersebut bertujuan untuk membantu madrasah dalam menyesuaikan diri dengan Kurikulum Merdeka yang lebih menekankan pada pembelajaran berdiferensiasi sekaligus refleksi terkait proses pendampingan IKM-BK selama 6 bulan.

 

“Partisipasi MTsN 3 Kab. Gorontalo dalam pendampingan ini sangat penting bagi kami karena madrasah kami juga merupakan madrasah yang terpilih dalam program IKM-BK. Kurikulum Merdeka Berbasis Komunitas memberikan peluang besar untuk mengembangkan potensi peserta didik melalui pembelajaran yang berdiferensiasi dimana guru perlu menerapkan pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk menyesuaikan isi, metode, dan penilaian pembelajaran dengan kebutuhan dan karakteristik individu peserta didik di dalam kelas. Pendekatan ini diakui sebagai metode yang efektif dalam menciptakan lingkungan pembelajaran inklusif, dimana setiap peserta didik memiliki kesempatan untuk berkembang maksimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka,” terang Winarti.

 

‘’Dengan adanya refleksi dari tim BDK Manado kami optimis bahwa guru di madrasah kami dapat menerapkan kurikulum Merdeka ini secara efektif dan memberikan dampak positif pada proses belajar mengajar di madrasah kami. Sehingga, madrasah ini dapat menjadi lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi yang cerdas, kreatif, serta memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat,” tutup Winarti. (Fia-Rini)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *