KABGOR (mtsn3kabgor.sch.id) – Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Marci A. Karim menggelar rapat perdana awal tahun 2024 bersama seluruh staf dewan guru dan tata usaha madrasah, bertempat di laboratorium komputer, Jumat (05/01/2024).
Pada kesempatan tersebut, Marci A. Karim dalam arahannya menyoroti pentingnya pemahaman dan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) guru dan tenaga kependidikan di lingkungan MTsN 3 Kab. Gorontalo. Beliau menekankan bahwa pemahaman yang jelas terhadap tupoksi guru dan TU menjadi landasan utama dalam mencapai kinerja optimal di madrasah.
“Rapat perdana awal tahun 2024 ini sebagai langkah awal madrasah dalam menghadapi perubahan struktur organisasi yang melibatkan empat orang tenaga kependidikan dari MTsN 3 Kab. Gorontalo yang telah lulus dalam seleksi PPPK Kementerian Agama RI. Perubahan dalam organisasi adalah suatu hal yang biasa, dan madrasah senantiasa berupaya untuk menjaga stabilitas dan kelangsungan proses Pendidikan. Beberapa staf tata usaha yang sebelumnya menangani tugas tertentu akan ditempatkan dalam pekerjaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan potensi masing-masing individu. Ini adalah langkah yang diambil dengan hati-hati dan berdasarkan pertimbangan yang matang demi meningkatkan efisiensi dan kinerja staf tata usaha di lingkungan madrasah,” terang Marci.
Dalam menjelaskan pembagian tupoksi, Kepala Madrasah menekankan bahwa madrasah tengah melakukan peninjauan ulang terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing guru dan tenaga kependidikan.
“Kita harus memastikan bahwa setiap unsur di madrasah memahami tupoksinya dengan jelas dan melaksanakannya sesuai dengan standar yang ditetapkan sehingga dapat menjalankan tugas dengan efektif. Tata usaha yang baik akan mendukung kelancaran administrasi dan operasional madrasah, dan ini merupakan tanggung jawab bersama. Begitupun dengan Ibu/ bapak guru bahwa tugas guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga pendidik dan pembimbing. Kita perlu fokus pada peningkatan kualitas pembelajaran agar setiap peserta didik dapat mengoptimalkan potensinya,” tegas Marci. (Rini)
