MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo

Civitas MTsN 3 Kabgor Gelar Pesta Demokrasi Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OPDIM

KABGOR (mtsn3kabgor.sch.id – Setelah melewati tahap pemaparan visi misi, rangkaian proses pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Peserta Didik Intra Madrasah (OPDIM) Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Kabupaten Gorontalo (MTsN 3 Kabgor) periode 2024/2025 memasuki tahapan pemungutan suara. Proses pemungutan suara dibuka langsung oleh Kepala Madrasah, Marci A. Karim dan dihadiri oleh seluruh civitas MTsN 3 Kabgor bertempat di Aula terbuka MTsN 3 Kabgor, Kamis (29 /8/ 2024).

Dalam sambutannya, Marci menyampaikan bahwa pemilihan ketua dan wakil ketua OPDIM ini sebagai ajang pendidikan berdemokrasi yang sehat, karena OPDIM adalah satu satu organisiasi resmi yang ada di madrasah, olehnya itu gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani.

“Pemilihan ketua dan wakil ketua OPDIM ini sebagai ajang pendidikan berdemokrasi yang sehat, olehnya itu saya berharap gunakan hak pilih sesuai dengan hati nurani karena OPDIM adalah satu satu organisiasi resmi yang ada di madrasah, dan buat para paslon yang terpilih, jalankan roda organisasi  dengan penuh tanggungjawab. Jadilah pribadi yang berkarakter ( akhlakul karimah) dengan menjunjung nilai santun, peduli, integritas, responsif, dan tanggungjawab. Buatlah target agar setiap program kerja yang dirancang dapat dirasakan dampaknya oleh semua warga madrasah, Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus OPDIM yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa baktinya, semoga semua yang adik-adik lakukan selama ini akan berdampak pada kemajuan MTs Negeri 3 Kabupaten Gorontalo yang sama-sama kita cintai ini.” Ucap Marci.

Sementara itu Wakil Kepala Madrasah (Wakamad) Bidang Kesiswaan, Zenab K. Pido,  saat ditemui awak humas pasca pemilihan menyampaikan, proses pemilihan dilaksanakan secara langsung di madrasah dengan metode yang menyerupai pemilihan umum (pemilu) pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Hal ini untuk mengenalkan proses pemilu kepada peserta didik, sehingga nanti ketika sudah memasuki usia wajib memilih, peserta didik sudah memiliki pengetahuan dasar tentang proses pemilu.

“Proses pemungutan suara pada pemilihan calon ketua dan wakil ketua OPDIM telah kami desain hampir menyerupai proses pemungutan suara pada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden yang dilaksanakan oleh KPU. Hal ini kami lakukakan agar peserta didik bisa mulai mengenal proses pemungutan suara pada Pemilu Pilpres. Sehingga nanti ketika mereka memasuki usia wajib pilih, mereka sudah memiliki pengetahuan dasar tentang proses pemilu.” Jelas Zenab.(Fia-Elan)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *